A-pink for MelOn

CR-w_0BVAAAa4Pq

Eottokae… Apink girls makin cantik aja >,<

Harusnya aku ngiri sama mereka, eh ini, malah makin kesemsem, tapi gimana lagi kalau para cewek ini emang makin keren aja? Nggak cuma wajah yang makin kempling, aku sempet kaget di come back terbaru mereka, dengan kualitas vocal  yang makin meningkat, terutama Naeun dan Hayoung (wajib tonton Yoo Hee Yeol Sketchbook, keren euy!!!)

Bukan hal baru buat Eunji, Bomi, ataupun Namjoo, untuk masalah vocal, tapi Naeun? Hayoung? Mungkin karena bagian mereka yang lebih banyak tapi menurut telingaku yang awam ini, vocal Naeun dan Hayoung makin stabil dan mereka makin percaya diri dalam bernyanyi. Untuk Chorong sendiri aku tidak begitu melihat perkembangan vokalnya, entahlah, mungkin kurang jeli aja ngeliatnya.

CR20_91VEAEYnphDan rambut blonde Naeun, kya!!! Aku selalu penasaran sama sisi sexy, nakal Naeun. Lihat aja di weekly idol, Apink Showtime, dan beberapa variety show lain. Selama ini image Naeun selalu polos, pure, naïve, tapi entah kenapa di mataku yang sedikit byuntae ini, aku selalu meliht sisi liarnya yang tersembunyi. Sisi seksi yang cool dan elegan tapi bukan murahan. Naeun hanya perlu sedikit bumbu percaya diri untuk bisa memunculkan sisi menawannya tersebut. Sayangnya kurasa perusahaan selalu takut kehilangan fans jika sedikit saja merubah image, huh…

Ok, kembali ke topik, Apink for MelOn, bukan buah melon beneran ya, tapi distributor musik MelOn yang menyelenggarakan 2015 MelOn Music Awards.

Sekali lagi aku terkaget-kaget waktu liat nama Apink di jajaran sepuluh besar Artist of the Year. Bukan apa-apa, hanya saja, lihat saja industri musik di Korsel, persaingannya ketat banget, dan menurutku dalam hal ini boy band biasanya selalu unggul, secara fan girls kan selalu lebih banyak dibanding fan boys (meskipun semua juga tahu kalau fans Apink mencakup boys n girls, hehe).

Apink masuk sepuluh besar dalam Artist of the Year, bersaing dengan Big Bang, Exo, Shinee, Sistar, dan yang lainnya. Terakhir aku ngecek di web page MelOn, Exo berada di posisi satu, diikuti Big Bang, Shinee, dan baru deh Apink. Aku sendiri bingung kalau disuruh milih, karena my number one bias juga ada di sana, BIG BANG!!!! Ah, Oppa-Oppa yang satu itu kenapa nggak hentinya bikin gebrakan di hidupku >,<

Tapi kita para Pink Pandas cukup berbangga karena Apink cukup mendominasi persaingan dengan albumnya Remember dan LUV. Mereka bisa ngebuktiin bahwa girl band juga bisa bersaing dengan para boy band tersebut. Tinggal kita semua yang nentuin hasil akhirnya nanti.

Dikutip dari soompi.com, voting dilakukan di web page MelOn awards.melon.com hingga tanggal 6 November tengah malam, dan acara seremonialnya dilakukan pagi harinya. Yup, silahkan yang mau dukung idol favoritnya bisa langsung vote.

Satu yang sudah pasti nggak bikin aku mumet, iKON! Seenggaknya mereka belum bersaing dengan para senior dengan title rookie mereka, hehe…

486eaaf118c859e35cb58c597bcd0146

meet the leader, B.I

see ya, chu~

Iklan

(ff) You Have Me, Remember?!

Kadang aku penasaran, apa yang para member boyband itu pikirkan saat melihat member lainnya. Bukan rahasia lagi jika dalam satu boyband pasti ada yang lebih menonjol baik itu lebih berbakat nyanyi/ dance, atau lebih tampan, lebih seksi, atau simple, lebih tinggi. dan itu juga yang menginspirasiku membuat ff nista n gaje ini terlebih setelah nggak sengaja liat pic salah satu ff di saykoreanff (maaf lupa authornya- ijin make picnya ya, hehe). Pandangan mata Baekhyun itu lho. Jangankan kamu Baek, aku aja udah klepek-klepek dibuatnya, huhu. btw ini bukan yaoi ya and Enjoy reading 🙂

You Have Me, Remember?!

ff-i-cant-hear-you

Starring: Baekyeol, and…. find your self :p

Baca lebih lanjut

(ff) Our Fake 1st Kiss

our fake 1st kiss copy

Starring: Byun Baekhyun (EXO) and OC (tapi aku lebih suka pake Eunji Apink 🙂 )

Theme: Romcom, Fluff

Length: Drabble

Author: Sholasido

terinspirasi dari ‘All My Loving’-nya The Beatles tapi ga tau kenapa jadinya kayak gini, well, selamat membaca 🙂

Our Fake 1st Kiss

“Pejamkan matamu,” ucapku lembut, ia menatapku curiga seolah aku akan kabur darinya setelah mencuri apapun itu yang ada dipikirannya.

“Kau tak percaya padaku?”

“Sejak kapan kau bisa dipercaya?” sanggahnya.

“Sungguh, aku tidak akan berbohong kali ini,” ucapku lebih meyakinkan.

Ya, aku memang senang sekali menggodanya, menyuruhnya berbalik dan sedetik kemudian sudah kabur dari hadapannya, menyuruhnya menunggu tapi aku sendiri pergi lebih dulu, menyuruhnya menelepon tengah malam hanya untuk menungguiku tertidur pulas. Tapi tidak untuk kali ini, aku benar-benar akan melakukan niatku. Niat suci yang sudah sangat lama ingin aku laksanakan.

“Apa lagi kali ini yang akan kau lakukan Baek?” tanyanya curiga.

“Tutup dulu matamu sayang~”

“Sudahlah kalau begitu,” tanpa menunggu lebih lama ia segera berbalik memasuki rumahnya. Beruntung aku cukup cekatan menangkap pergelangan tangannya.

Aku tidak sadar di matanya aku begitu tak dapat dipercaya, yah, bukan salahnya juga sih, aku sendirilah yang menciptakan kekacauan ini. Membuat citraku benar-benar jelek di matanya.

“Kenapa kau begitu tak sabaran? Kali ini aku benar-benar serius.”

“dan kau akan meninggalkanku sedetik setelah aku memejamkan mata? Tidak terima kasih.” Terkadang kekeraskepalaannya inilah yang membuatku sangat geram.

Baiklah, bukan salahku jika apa yang ia harapkan tidak menjadi kenyataan. Siapa suruh ia tak mau diam dan menurut saja apa yang aku katakan? well, goodbye the innocent lips~

Tanpa menunggunya menutup mata, aku meraih dagunya, memiringkan kepalaku, dan mencium lembut bibirnya. Aku tersenyum kecil melihat ekspresi terkejutnya, ya, aku belum memejamkan mataku karena penasaran ingin melihat reaksinya, baru setelah beberapa detik –mungkin setelah ia menyadari apa yang aku lakukan terhadap bibir tak berdosanya— ia berani memejamkan matanya dan membalas ragu-ragu ciuman lembut dariku, dan itulah saatnya untukku memejamkan mata dan mulai menikmatinya.

Tak ada sinar bulan yang indah, tak ada gemuruh ombak yang menentramkan, tak ada untaian indah kalimat cinta, tak ada tiptoed, dan semua yang ia harapkan di ciuman pertama kami.

Salahkan hormon remajaku yang begitu menuntut sehingga aku tak sabar menunggu musim panas untuk mengajaknya ke pantai. Salahkan dirinya yang begitu bodoh hingga dengan mudahnya sering kubohongi. Salahkan dirinya yang begitu lemah hingga tak mampu menolakku menariknya ke dalam pelukanku. Salahkan dirinya yang begitu cantik hingga aku tak kuasa menahan diriku.

“Hoho akhirnya aku melakukannya,” ucapku akhirnya, setelah dengan terpaksa melepaskan ciuman lembut kami.

“A-Apa?” tanyanya, masih terlihat pusing setelah ciuman memabukkan tersebut.

“Ciuman pertama kita, maaf jika tak sesuai dengan yang kau harapkan selama ini,” ucapku tulus. Ia tampak mengernyitkan dahi, seolah ada sesuatu yang coba digalinya dalam ingatannya.

“Sudahlah, tak usah terlalu dipikirkan. Aku pulang dulu, I love you,” ucapku pelan sambil mengacak rambutnya kemudian segera berbalik meninggalkannya.

“Baek!” aku tersenyum mendengarnya memanggil namaku, itulah yang kuharapkan, karena ada empat kata yang belum sempat ia ucapkan padaku.

“Ya?” kataku sambil berbalik namun tetap berjalan mundur.

“Sepertinya kau melupakan sesuatu.”

Nope, kau lah yang melupakan sesuatu sayang,” jawabku yakin.

“Oh sepertinya kau tidak hanya menghancurkan ciuman pertama kita tapi juga melupakannya.”

Seketika itu juga senyumanku memudar, bayangan tentang pesta kelulusan SMA kami, berbotol-botol soju dan snack yang bertebaran di atas meja karaoke, tawa yang tiada henti, jalanan yang mulai sepi, dan… ciuman pertama kami. Oh tidak, mati aku!

I hate you Baek!”

Sial, aku memang menunggu empat kata, tapi bukan empat kata bencana itu. Aku mulai berlari menyongsongnya, sayangnya ia lebih dulu menggapai pintu gerbang dan menutupnya kasar di depan hidungku.

“Sayang~ maafkan aku… jebal~”

🙂 🙂 🙂