Review Damai Indonesiaku

desert-wallpapers-desktop-background-free

Intisari Damai Indonesiaku, Senin, 10 Oktober 2016, TV One

Tadi pagi saat bangun untuk sahur puasa Tasyu’a, iseng-iseng ngidupin televisi buat nemenin makan sahur, eh… ketemu Ustadh Ahmad di TV One. Untuk namanya aku tidak memperhatikannya dengan jelas, karena cuma sekilas ngelihatnya.

Aku tidak tahu temanya apa karena saat menemukannya, acara sudah di tengah jalan (kalau tidak salah temanya tentang prioritas), tapi masih ada beberapa pelajaran yang bisa kuserap dari ceramah pagi tadi, diantaranya sebagai berikut:

Menurut Ilmuwan Amerika sebagian besar manusia itu menghabiskan waktunya dengan berbuat yang tidak penting, sehingga tanpa sadar waktu telah berlalu dengan cepat. Hal ini karena manusia cenderung melakukan sesuatu yang menyenangkan dibanding melakukan sesuatu yang penting. Manusia lebih tertarik dengan kenikmatan sesaat tersebut. Ustadh mengambil contoh dari para pengguna narkoba. Mereka tentu sudah tahu apa akibat dari mengonsumsi narkoba, tapi mereka tetap memakainya karena menginginkan kenikmatan sesaat.

Menurut Ustadh, seseorang yang penting adalah seorang yang melakukan sesuatu yang penting. Hal penting tersebut berdasarkan QS Lukman ayat 17 ialah: 1. Mendirikan Sholat, 2. Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan), 3. Orang yang sabar kala menghadapi ujian.

Mendirikan Sholat berbeda dengan hanya melaksanakannya saja. Jika melaksanakan maka saat waktu sholat kita sholat, setelah itu urusan selesai, tapi mendirikan sholat adalah melaksanakan sholat dan mengamalkan apa yang kita pelajari dari sholat setelah sholat usai. Intinya, pelajaran apa yang kita dapat seusai sholat, kita amalkan, kita dirikan, setelah selesai melakukan sholat.

Menurut Ustadh, hal yang bisa dipelajari dari sholat dikelompokannya menjadi dua, yaitu, memuji Allah dan meminta pada Allah. Tidak ada hal lain, seperti mengeluh, mencemooh, memaki, atau berkata kasar saat sholat. Semuanya perkataan baik, dan itu pula yang harusnya kita dapat seusai sholat, agar kita bisa berkata-kata baik.

Memuji Allah dilakukan dengan, misalnya, jika ada yang memuji kita dengan mengatakan kita cantik atau ganteng, reaksi kita mengucap Alhamdulillah, kita pintar, Alhamdulillah, atau saat ada yang mencela kita, Alhamdulillah, semua kita kembalikan pada Allah, karena itulah inti dari sholat, mengajarkan kita untuk memuji kebesaran Allah.

Sholat mengajarkan pada kita agar selalu ingat bahwa Allah-lah pemilik segalanya, itulah kenapa kita harus meminta kepada-Nya dan bukan yang lain. Begitu juga dalam kehidupan seharai-hari, biasakan untuk meminta sesuatu pada Allah dan bukan yang lain. Ustadh mencontohkan seorang anak yang ingin membeli hp, jika ia mengamalkan sholatnya, ia tidak akan meminta hp pada orang tuanya ia akan langsung berdoa dan meminta pada Allah karena ia tahu Allah-lah pemilik segalanya.

Masih ada dua perbuatan penting lainnya, sayangnya aku hanya mendengarnya sampai di situ. Semoga review singkat ini bermanfaat, terima kasih… 🙂 🙂 🙂

Quotes: Sepertinya tak mungkin untuk terbebas dari melakukan perbuatan dosa selama satu tahun, tapi untuk berbuat baik selama satu jam bukannya tak mungkin kan? Cobalah berbuat baik selama satu jam, lalu satu jam berikutnya, lalu satu jam lagi seterusnya… 🙂

Iklan