Beranda » Drabble » Chicken Shop Love Story (drabble)

Chicken Shop Love Story (drabble)

Kadang, kau tak perlu tahu, Tuhan sudah menyiapkan kejutan untukmu…

Cast: Kim Taehyung ( V of BTS)

13473246_629423127213921_1930282675_n

Chicken Shop Love Story

Seorang lelaki tampak memandang kesal papan nama besar bergambarkan ayam jago dengan sebelah matanya yang berkedip dan jempolnya yang teracung ke udara. Ia mendengus kecil, merasa seolah nasib ayam itu lebih beruntung darinya. Karena bukan seperti ini bayangan seorang Kim Taehyung akan menghabiskan masa liburan musim panasnya.

Ia senang ketika ayah ibunya memutuskan untuk berlibur ke Jeju tanpa mengajaknya dan kakaknya memilih menghabiskan waktu liburnya di rumah teman kuliahnya. Baginya, seorang diri di rumah dengan tumpukan game di depan TV, persedian makanan tercukupi, dan uang saku lebih, adalah surga.

Sayangnya ia hanya bisa menikmati hal itu beberapa saat  sebelum teman-temannya menyita kesenangannya.

Memiliki teman seorang Hoseok memang menyenangkan apalagi saat mencari lawan main basket di sekolah. Ia beruntung ada Namjoon dan Jin yang selalu membantunya menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Yoonki yang selalu membantunya di kelas musik, ataupun Jimin yang sekadar menjadi korbannya saat ia bosan mendengarkan pelajaran sejarah. Tapi semua itu sama sekali tak berarti ketika mereka sudah di luar sekolah.

Taehyung tidak tahu bagaimana bisa mereka tahu jika ia sendirian di rumah. Seingatnya ia bahkan berbohong akan ikut orang tuanya ke Jeju hanya karena ingin menikmati waktu bermalas-malasan di rumah. Dan kini harapannya sirna ketika mereka semua memutuskan bahwa rumah Taehyung adalah tempat terbaik untuk pesta!

Tidak hanya sehari, dua hari, bahkan sudah empat hari ini mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah Taehyung. Itulah sebabnya kenapa saat ini ia berdiri di depan kedai ayam goreng, karena The Almighty Min Yoongi, menginginkan ayam goreng.

Aku lapar, belikan aku ayam goreng, maknae!” ucapnya mencoba menirukan gaya bicara sang Hyung. Ia kesal memang, tapi sebagai Maknae di grup, dialah yang selalu menjadi sasaran. Berbeda jika hanya dia dan Jimin, ia bisa semena-mena terhadap sahabatnya tersebut.

“Jin-Hyung bahkan sudah mengancam tidak akan memasakkannya lagi jika ia tetap ngotot, sebenarnya apa enaknya dari ayam kedai ini?” gerutunya pelan.

Ia ingat betapa kesalnya Jin saat Yoongi memilih menyuruhnya membeli ayam goreng dari pada memakan ayam yang sudah dimasak Jin sendiri, hanya karena rasanya yang berbeda. Dan Jika Jin saja tak bisa mengubah keputusan Yoonki, maka tak ada orang lain yang bisa. Taehyung jadi curiga, mungkinkah Yoongi sebenarnya sedang ngidam? Ia menggelengkan kepalanya cepat, menghapus pikiran tak masuk akalnya. Ia memutuskan untuk memasuki kedai setelah mengumpat kesal pada poster ayam yang seolah mengejeknya.

“Selamat datang di kedai kami, ada yang bisa kami bantu?” Taehyung bernafas lega ketika akhirnya gilirannya tiba. Ia tak menyangka kedai kecil tersebut ternyata cukup ramai. Ia harus mengantri lama hanya untuk membeli ayam goreng. Ia semakin penasaran, seberapa enak ayam yang di jual di kedai tersebut.

Taehyung memaksakan diri untuk tersenyum, setidaknya pelayan di hadapannya ramah dan cukup manis.

“Aku ingin—“ ia baru saja akan memesan ketika seorang gadis tiba-tiba menyela di depannya. Ia mengumpat dalam hati, kesialan apalagi yang akan menimpanya kali ini? Ia paling benci jika ada seseorang yang menyela antrian.

“Hei Nona—“ Taehyung seketika terdiam kala kedua mata indah itu tiba-tiba berbalik menatapnya. Nafasnya tercekat, belum pernah ia sedekat itu dengan seorang gadis. Bukan gadis biasa, melainkan gadis sangat cantik yang pernah ditemuinya. Apa ia tak bermimpi? Taehyung pun meragukannya.

“Maafkan aku,” ucap gadis cantik tersebut sambil membungkuk sembilan puluh derajat. Gadis itu seolah ingin mengatakan sesuatu, sanyangnya melihat antrian di belakang Taehyung, ia memutuskan untuk segera beranjak, yang membuat Taehyung kecewa. Lagi-lagi nasib sial menghampirinya, Taehyung hanya bisa mendesah kesal.

“Berikan saja aku ayam terenak yang kau miliki,” ucapnya tak bertenaga.

Bahkan alam pun sepertinya bersekongkol dengan Yoongi. Taehyung memang tak berharap akan bertemu gadis cantik, tapi setidaknya bukankah ia juga pantas bahagia?

Taehyung segera membayar pesanannya setelah semua dibungkus dan beranjak meninggalkan kedai ayam tersebut. Namun langkahnya terhenti kala sebuah suara asing seolah memanggilnya.

“Hei, Red Hoodie-Boy!” teriak seseorang di belakangnya. Hoodie? Merah? Ragu-ragu Taehyung menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya ia kala gadis cantik tadi lah yang memanggilnya.

“Erm… Maaf, aku tidak tahu namamu…,” ucap gadis yang kini di hadapannya, sambil menggaruk lembut belakang kepalanya.

“Aku ingin meminta maaf atas kejadian yang tadi, sebenarnya kembalian yang kuterima lebih banyak jadi aku mengembalikannya lagi, maaf jika aku sudah tidak sopan.”

“Ah, begitu…” Sejujurnya, Taehyung sendiri tak begitu mendengar apa yang diucapkan gadis itu karena terlalu sibuk mengamati paras cantik gadis yang kini menunduk malu.

“Jadi… kau memaafkanku?” Taehyung sedikit terkejut kala gadis itu tiba-tiba mendongak menatapnya. Ia hanya berharap sang gadis tak mendengar detak jantungnya.

“Ya?” ucapnya tak yakin, lebih karena tak yakin dengan apa yang harus diucapkannya.

“Ah syukurlah…” mereka terdiam sejenak sebelum sang gadis kembali berbicara.

“Hei, kau juga suka rasa original? Oh tunggu, sepertinya aku tidak pernah melihatmu di sekitar sini, Aku Jisoo, dan kau?”

Sebuah senyum lebar seketika menghiasi wajah lelah Taehyung.

“Aku…”

Taehyung berjanji akan mencium Yoongi setelah ini, ia bersyukur Yoongi memaksanya bangun untuk membeli ayam, bahkan rela dimaki-maki Jin dan Namjoon Hyung. Tak masalah jika lain kali Yoongi menyuruhnya melakukan apa pun yang ia inginkan. Karena dibalik ketidaktahuannya, mungkin saja ada takdir yang sudah menunggunya. Meskipun ia harus mengantri hampir satu jam di kedai ayam di sudut kecil kota.

~End~

Note:

Kalian tentu tahu kan, siapa Jisoo dalam Fic ini 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s