Beranda » D.O » Silence (Ch.2)

Silence (Ch.2)

silence2

Ch.2 Scandal

 

Untuk seorang remaja kesepian sepertiku, makan malam dengan Ibu sangatlah mewah, meskipun lauknya hanyalah ayam goreng biasa.

Sejak Ayah meninggal, Ibu mengambil alih tugas Ayah dengan bekerja siang dan malam menghidupi kami semua. Itulah kenapa aku tak pernah protes jika waktu Ibu sangatlah sempit untuk kami. Karena aku tahu, jika disuruh memilih Ibu pasti lebih senang jika meghabiskan waktu bersama kami.

“Harusnya Ibu mengabari kami dulu, Haru dan Bomi pasti akan senang melihat Ibu,” ucapku sambil memperhatikan Ibu yang menghangatkan sup di atas kompor.

“Rencananya kami kembali besok pagi, menjadikan hari terakhir sebagai acara jalan-jalan sebelum kembali ke Gyeonggi-do, tapi Ibu sudah bosan tanpa melihat kalian,”

“Jjinca? Ibu pasti senang kan bisa tiap bulan jalan-jalan keluar kota??godaku. Sayangnya Ibu terlalu pintar untuk menghadapi anak ingusan sepertiku.

“Baiklah Ibu akan kembali jika kau menginginkannya,” kontras dengan nada bicaranya, Ibu tampak tersenyum cerah sambil menaruh mangkuk sup di hadapanku.

“Ibu menyebalkan…” ucapku kesal, namun tetap memakan makanan yang dihidangkan Ibu.

Kehadiran Haru dan Bomi mungkin akan membuat suasana menjadi lebih ramai, tapi kadang aku senang dengan berduaan saja dengan Ibu, karena jika ada mereka, perhatian Ibu hanya untuk adik-adik kecilku.

Bukan apa-apa, terkadang aku hanya ingin diperhatikan sepenuhnya oleh Ibu. Karena hanya dengan bersama Ibu, mengingatkanku akan diriku yang masih remaja labil yang senang membuat masalah, dan bukan seorang kakak yang memegang tanggung jawab penuh atas kedua adik kecilnya.

“Bagaimana kuliahmu?”

“Ku—“

Aku sudah bersiap-siap melontarkan semua keluh kesahku ketika suara keributan terdengar dari luar rumah kami. Suaranya cukup keras terdengar, yang membuatku bergantian menatap pintu keluar dan pintu kamar Haru dan Bomi –takut jika suara tersebut membangunkan keduanya.

“Ada apa Ibu?”

“Entahlah, kau di dalam saja, Ibu akan mengeceknya keluar,” ucap Ibu sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar. Untung saja Ibu lupa mengunci pintu dari luar sehingga aku bisa menguntitnya dari belakang.

Aku tidak tahu apa yang terjadi ketika yang terlihat di depanku hanyalah kepala-kepala tak berwajah para warga yang berkerumun. Sedangkan Ibu sendiri jauh dari jangkauanku. Fisikku yang kecil membuat orang-orang ini dengan mudah mendorongku seolah aku hanyalah debu.

Beruntung aku bertindak cepat dengan menempel seorang paman bertubuh tambun dan bersembunyi di belakangnya. Aku mengikutinya hingga akhirnya terlihat sedikit celah di hadapan kami dan penampakkan sesosok berambut panjang yang tampak bergetar hebat. Teriakan keras warga tak membuat isak tangisnya tenggelam begitu saja.

Han Yumi?

Aku tidak tahu apa yang terjadi, karena semua berebut ingin tahu dan ingin menghakimi, tak ada penengah yang bisa meredakan kemarahan warga. Tak ada satu dari ucapan mereka semua yang bisa ku mengerti.

“Ada apa sebenarnya?” beruntung paman tambun berhasil menarik kasar lengan seseorang di sampingnya dan memaksanya menjawab pertanyaannya.

“Lelaki itu menghamili anak Ketua Han, dasar bejat!”

Yumi hamil? Gadis pemalu itu??? Aku hanya bisa membelalak tak percaya mendengarnya. Dan seingatku ia masih duduk di SMA, apa saja yang dilakukannya di sekolah?

Beragam pertanyaan muncul di kepalaku, rasanya aneh mengetahui sosok yang selama ini kau kira baik ternyata busuk di dalamnya. Aku memang tak cukup mengenal Yumi, tapi reputasi dan prilakunya cukup untuk mencerminkan ia sebagai seorang gadis baik-baik.

Hampir sebulan sejak aku terakhir bertemu dengannya, tapi seingatku Yumi memang selalu memakai Hoodie yang membuat bentuk tubuhnya tak begitu kelihatan. Aku tak menyangka jika ia menyembunyikan kehamilannya di balik hoodie besarnya.

“Sudah kuduga pemuda Seoul itu punya niat buruk,”

Kuharap dugaanku salah, tapi jika dipikir-pikir, hanya satu orang itu yang beruntung mendapat gelar pemuda Seoul.

Hatiku seolah tak ingin percaya kala mata ini menangkap sosok tenang di depan gerbang rumahnya. Sayangnya tindakannya mengambil sebuah bungkusan yang diarahkan padanya, dan menimang-nimang apapun itu yang ada di dalamnya, cukup untuk mematahkan semua argument dalam otakku.

Do Kyungsoo… menghamili Han Yumi?

tbc

 

Ada yang kangen review, news, anything??

comment please…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s