(ff) it’s my life ch1

It's my life3

Ch.1
“Yah, Kim Jongin, kemana saja kau? Bagaimana bisa kau terlambat di hari pernikahanmu??”

Naeun tertawa geli, dari tempatnya berdiri ia bisa mendengar deru nafas tak teratur Kai dari balik hand phone yang dipegang Eunji. Aneh memang, bukannya mempelai pria, tapi justru dialah, sang mempelai wanita, yang menunggu Kai di depan altar kapel kecil tersebut.

“Dasar anak tengik, tak berubah sedikitpun,” gerutu Eunji yang masih bisa di dengar Naeun.

“Dia baik-baik saja Eonnie?” tanyanya cemas.

“Tenang saja Naeun, aku sudah melatihnya lari marathon sejak kecil, dia pasti akan datang tepat waktu,” jawabnya sambil tersenyum menenangkan.

Naeun mengernyitkan dahinya, ia tak habis pikir bagaimana bisa gadis di depannya tersebut marah-marah sedetik yang lalu dan tersenyum tulus beberapa detik kemudian? Tapi ia tak ambil pusing, karena yang di depannya adalah Jung Eunji, satu-satunya perempuan yang bisa menaklukkan Kai.

“Ia akan mati Baca lebih lanjut

Review and Synopsis ‘Guitar Notes’

A Little Room to Play

Fill in the blank, it’s time for a test

As soon as I’m done, it’s on to the next

True or false, just choose the one that’s best

Through the halls, I’m running out of breath

Chorus:

But now I’ve got my self a little room to play

Now I’ve got my self a little room to play

All my worries fade away… as soon as I start to play

 

Aku ingin punya gitar, karena seseorang yang kusuka berkata bahwa ia ingin belajar gitar. Aku membelinya, belajar sendiri, namun tak bertahan lama akhirnya menyerah dan meletakkan begitu saja gitarku teronggok di pojokan kamar hingga rusak tak berbekas.

Aku ingin sekali lagi punya gitar, karena sahabatku memiliki gitar dan gonjreng-gonjreng ga jelas tapi tetep asik, di kamar kosnya yang sepi. Kali ini aku tidak membelinya karena berpikir bahwa mungkin itu hanya keinginan sesaat.

Aku lagi-lagi ingin bisa bermain gitar karena Park Chanyeol, my inspiration, my vitamin, my happy virus, sangat indah memainkan lagu Love Song-nya Bumkey (meskipun ada beberapa nada yang kelewat), Nothing on You, n Billionaire- nya Bruno Mars. Aku bener-bener jatuh cinta sama permainannya hingga berpikir untuk sekali lagi membeli gitar, tapi pada akhirnya aku hanya menomersekiankan untuk membeli gitar.

In the end… novel Guitar Notes-lah yang akhirnya bener-bener membulatkan tekadku untuk membeli gitar dan menomersatukan untuk urusan satu ini. Apapun yang terjadi, aku akan menabung untuk membelinya, mempelajarinya, dan menyayanginya dengan segenap hatiku, ya Allah, kabulkan permohonanku pliiiiss… Amin 🙂

SEMC 3MP DSC

Guitar Notes by Mary Amato

Ga banyak sebenernya list novel-novel bagus yang pernah aku baca. Aku sering pinjem buku di perpustakaan tapi ga banyak yang aku baca sampai selesai kecuali bener-bener menarik dan mampu menyita perhatianku, seperti buku satu ini, tidak butuh waktu lama untukku menyelesaikan membacanya.

Dari judulnya sebenernya Baca lebih lanjut

(ff) it’s my life

It's my life3

Starring: Kai (Exo), Naeun (A pink)

Theme: Romance, Angst

Length: Chapters

Author: Sholasido

Prolog:

 

Naeun meletakkan koper ukuran sedangnya di samping tempatnya berdiri, menarik nafasnya panjang sebelum akhirnya menyakinkan dirinya untuk mengetuk tiga kali balok kayu segi empat tipis di hadapannya.

Tak butuh lama untuknya menunggu, seorang lelaki berambut hitam kusut dengan poni sedikit menutupi matanya, sudah berdiri dengan senyum kecil tersungging di bibir tebalnya.

“Hai, kau datang,” sapanya.

“Hai, ya, aku datang,” balas Naeun sambil tersenyum gugup.

“Emmm… kau tidak mengundangku masuk?” lanjutnya saat lelaki dihadapannya hanya memandanginya saja. Naeun tidak melihat perubahan air muka lelaki tersebut ketika ia mengalihkan pandangannya.

“Aku tidak akan membiarkanmu keluar jika sudah melewati pintu ini Naeun, kau sadar itu kan? Kau bisa mundur sebelum semuanya terlambat,” ucap lelaki itu tegas yang justru membuat Naeun balik memandangnya tajam.

“Bukan kau yang mengatur hidupku Kim Jongin, ini hidupku, ini pilihanku, sekarang kau mengijinkanku masuk atau aku akan pergi kemanapun kakiku melangkah?” ucapnya tegas, lama mereka saling berpandangan sebelum akhirnya sudut-sudut bibir lelaki tersebut terangkat ke atas membuat Naeun menghela nafasnya lega. Jongin mundur selangkah untuk memberi ruang bagi Naeun agar bisa masuk ke dalam apartemennya.

Naeun tersenyum gugup sebelum akhirnya mengambil kopernya dan melangkah dengan yakin memasuki apartemen lelaki tersebut. Saat ia melangkahi garis pembatas di pintu tersebut, ia sadar bahwa ia telah meninggalkan kehidupan lamanya sebagai seorang putri cantik keluarga kaya untuk memasuki kehidupan barunya sebagai seorang gadis biasa bersama lelaki yang sangat dicintainya.

Welcome to my world, Son Naeun.” Naeun tersenyum senang saat mendengar Jongin berujar bangga dari balik punggungnya. Ia bisa membayangkan lelaki tersebut merentangkan tangannya untuk menyambut kedatangannya di apartemen kecil miliknya tersebut.

 

Sementara di sebuah ruangan besar, seorang lelaki paruh baya tengah mengamati sebuah pigura besar yang menampilkan foto dirinya dengan seorang gadis remaja cantik berambut hitam panjang tergerai sampai di pinggangnya, berdiri di samping foto lelaki tersebut dengan senyum dingin terukir di bibir tipisnya.

“Paman—“

“Dia pergi, dia memilih pergi meninggalkanku,” ucapnya parau.

“Paman tidak memberinya pilihan yang lebih baik,” lelaki muda yang berdiri di belakangnya berpamitan singkat setelah menaruh selembar kertas berkilau di meja kerja lelaki tersebut. Ia mengamati sekali lagi wajah kusut pamannya sebelum akhirnya memutuskan untuk berbalik pergi.

tbc  

hmm… lanjut ga ya…