The Lovely Bones

The Lovely Bones

Tulang-tulang yang Cantik

Alice Sebold

 

Sebenernya aku tidak terlalu suka dengan cerita detektif apalagi misteri tapi novel yang satu ini menarik perhatianku gara-gara sinopsisnya yang unik.

Namaku Susie Salmon, seperti nama ikan, dan nama depanku Susie. Umurku empat belas saat aku dibunuh pada tanggal 5 Desember 1973….

diunggah dati mbah google
diunggah dati mbah google

Yang pertama terpikirkan saat baca sampai bagian ini adalah, “Loh berarti dia cerita di alam baka? Hoho….” Ini ni synopsis lengkapnya

Pertama kali kita bertemu Susie Salmon, dia sudah berada di alam baka. Minggu-minggu pertama setelah kematiannya, Susie mengikuti kehidupan di bumi terus berlanjut tanpa dirinya, tema-teman sekolahnya bergosip tentang dirinya yang hilang, keluarganya tak henti berharap dia akan ditemukan, pembunuhnya berusaha menutupi jejaknya. Ketika bulan demi bulan berlalu tanpa petunjuk, Susie melihat pernikahan orang tuanya dikoyak akibat rasa kehilangan atas dirinya, adik perempuannya menguatkan perasaan agar tetap bisa tegar, dan adik lelakinya masih berusaha memahami arti kata “meninggal”.

Ketika Susie melihat alam baka, tempat ini bagaikan tempat impiannya. Segala yang diinginkannya bisa langsung diperolehnya, kecuali hal yang paling diinginkannya: kembali ke bumi, pulang ke pelukan orang-orang yang dicintainya.

Seiring berjalannya waktu, Susie melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati.

Begitulah sinopsis yang tercantum disampul belakang buku. Susie Salmon dibunuh ketika berusia 14 tahun dan rohnya berada di alam baka. Di sana dia bisa melihat berbagai kehidupan di bumi. Dia meninggalkan ayah, ibu, adik perempuan yang setahun lebih muda darinya, Lindsey, dan adik laki-laki yang masih berusia empat tahun, Buckley.

Kehidupan keluarganya porak poranda akibat kehilangan dirinya. Ayahnya yang tidak begitu saja menerima kematian Susie dan terus berusaha mencari pembunuh Susie, Ibunya yang rapuh dan mencari penghiburan melalui detektif yang menangani kasus Susie, dan kedua anak mereka yang tidak mendapat cukup perhatian. Beruntung nenek mereka datang membawa angin segar dan menggantikan peran ibu mereka, karena pada akhirnya sang ibu memilih untuk pergi untuk sementara waktu.

Beruntung Lindsey yang dipaksa untuk dewasa sebelum saatnya, memiliki seorang pacar yang sangat perhatian padanya dan selalu mendukung dan menghiburnya, Samuel Heckler. Bahkan kakak Samuel, Hal Heckler juga turut andil membantu keluarga rapuh ini. Pada akhirnya Mereka bertigalah yang menghidupkan kembali keluarga yang hampir hancur berantakan. Sementara Buckley yang mulai tumbuh besar, menyadari dan merasa cemburu kepada Susie karena perhatian ayah mereka hanya tertuju pada Susie bahkan setelah bertahun-tahun berlalu tanpa ada hasil tentang pembunuh Susie.

Susie yang mengamati semua orang dari alam baka, mengetahui segala sesuatu yang selama ini tidak diperhatikannya. Ray Sign yang selalu mencintainya, Ruth yang mulai memperhatikannya dan menyelidiki tentang kematiannya, dan Mr.Harvey, yang mencari tempat untuk bersembunyi karena ayah Susie mencurigainya sebagai pembunuh Susie.

Meskipun menggunakan alur yang bolak-balik (flash back) Alice Sebold menggunakan gaya bahasa yang sopan, manis, dan indah. Bagaimana ia mendiskripsikan tentang tindak pemerkosaan namun dengan bahasa yang sangat manis yang justru mampu menguras air mata. Bagaimana ia mendiskripsikan tentang adegan intim antara Lindsey-Samuel dan Susie/Ruth-Ray dengan sangat lugu yang menurutku masih bisa disebut sopan.

Sayangnya apa yang kuharapkan ternyata tidak terjadi, ending yang mengecewakan ternyata. Padahal pembaca sudah dituntun dalam pencarian pelaku pembunuhan Susie tapi kenapa eksekusinya hanya seperti itu? Mr. Harvey yang ternyata tidak hanya melakukan pembunuhan kepada Susie tetapi juga terhadap gadis kecil hingga dewasa lainnya di masa lalunya, seharusnya mendapatkan hukuman  setimpal, misalnya dihukum seumur hidup dengan disiksa setiap hari atau dicambuk sampai mati, atau apa saja, asal jangan mati dengan mudah karena tertimpa lelehan es yang membeku sehingga menjadi benda yang cukup tajam untuk mampu membunuh seseorang.

Yup begitulah endingnya, Mr.Harvey mati tanpa masyarakat tahu bahwa dialah pelaku pembunuhan yang terjadi di beberapa wilayah. Dia mati dengan cepat, tanpa ada siksaan dan berarti, dan dengan nama yang masih bersih tentunya. Balik ke keluarga Salmon, Lindsey-Samuel akhirnya menikah setelah mereka lulus kuliah dan tinggal terpisah di sebuah rumah yang selalu di impikan Samuel, dan anak mereka diberi nama seperti kakak tercinta Lindsey, Susie.

 

Diangkat ke layar lebar

Oke mungkin aku sangat-sangat ketinggalan, tapi it’s oke dari pada tidak tahu sama sekali. Aku baru tahu kalau ternyata novel yang satu ini diangkat ke layar lebar pada tahun 2009 dengan judul yang sama dengan sutradara Peter Jackson (FYI novel ini sendiri meraih best selling pada tahun 2002 jadi ga heran kalau diangkat jadi film). Susan Salmon sendiri dibintangi oleh aktris Saoirse Ronan yang mendapatkan beberapa penghargaan dan nominasi dari film ini.

Oke aku nggak bisa ngupas banyak tentang film ini karena aku sendiri belum pernah nonton L

 

Advertisements

2 thoughts on “The Lovely Bones

  1. They weighed in on the most political question of the day. They took on activities like collecting petition signatures and raising money and giving speeches. As a result, Ms. Jeffrey says, some women came to believe they had a right to develop their own beliefs and have political power.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s